Menulis itu kegiatan positif yang manfaatnya banyak sekali, salah satunya untuk Self Healing. Jadi jangan heran jika banyak ahli yang menyarankan kegiatan ini untuk penyembuhan stress, luka batin, dll..

Selama pandemi, saya rajin menulis buku antologi dari beberapa penerbit. Kegiatan ini sangat menyenangkan bagi saya. Hingga saat ini, saya memiliki 28 kaya antologi dan 1 buku cerita yang sudah terbit. Sstt..Menulis ini ternyata membuatku lebih bahagia nih, kok bisa ya? Apalagi saat buku kita sudah terbig dan kita terima, rasanya berbunga-bunga sekali.

Buku antologi saya yang sudah diterbitkan dan bernomor ISBN (Dok pribadi)

Writing atau menulis telah banyak digunakan sebagai self healing. Kata healing merujuk pada penyembuhan atau pengobatan. Self healing adalah sebuah cara untuk menyembuhkan diri dari sesuatu yang menyebabkan kelelahan atau luka batin. Menurut para ahli, writing sangat efektif untuk self healing. Pak Habibie pun melakukan saran dokter untuk menuliskan semua yang beliau alami bersama sang istri pada buku karyanya, yang kita semua pasti tahu judulnya yaitu Habibie-Ainun. Beliau mengungkapkan semua perasaan yang beliau rasakan lewat tulisan. Alhamdulillah Pak Habibie bisa melewati masa-masa depresi karena kehilangan kekasih hati. . Dan, ternyata ini adalah salah satu bukti bahwa menulis itu sangat ampuh untuk self healing.

Semakin banyak atau sering menulis apa yang dipikirkan, maka kita jadi tahu pikiran dan perasaan kita. Ibaratnya saat menulis, kita berbicara dengan diri kita, mengajak diskusi diri sendiri. Dengan mengetahui hal ini, seseorang akan lebih mudah melepas emosi yang selama ini terpendam. Tuliskan apa saja uneg2 kita. Luapkan apa yang kita rasakan, bisa berupa puisi, cerita, bahkan tulisan random. Karena kadang kita merasa kesulitan mengungkapkan sesuatu secara lisan, dengan menulis terasa lebih mengalir.