Kondisi manusia yang cenderung mengeksploitasi lingkungan daripada memelihara sumber-sumber natural bisa mengantarkan kita dalam kondisi krisis lingkungan. Perlu adanya kesadaran lingkungan dan peran masyarakat dalam pengelolaannya. Menurut kamus KBBI, kesadaran lingkungan ialah pengertaian yang mendalam pada seseorang atau sekelompok orang yang terwujud dalam pemikiran, sikap dan tingkah laku yang mendukung pengembangan lingkungan. Salah satu kegiatan masyarakat yang mendukung kesadaran lingkungan ialah turut serta memilah sampah dari rumah.

Bank Sampah

            Kegiatan pilah sampah dapat mengurangi penumpukan sampah di TPA juga mendukung eksistensi Bank Sampah. Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah (Wikipedia). Bank Sampah BSL merupakan Bank Sampah yang terletak di Perumahan Bukit Serpong Lestari, kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Awal berdiri, nasabah hanya dalam lingkup perumahan saja. Namun setelah diumumkan orang luar boleh turut serta menjadi nasabah, maka nasabah Bank Sampah BSL kian banyak.

contoh tabungan bank sampah

            Aksi peduli lingkungan dan kesadaran masyarakat kini mulai meningkat seiring bertambahnya Bank Sampah yang berdiri. Selain kita peduli dengan lingkungan, bonusnya kita memperoleh pendapatan dari Bank Sampah. Pendapatannya jangan disamakan dengan pekerja kantoran ya mom. Pendapatan itu bonus dari aksi kebaikan kita terhadap lingkungan. Lumayan buat ditabung atau sekedar menambah uang belanja bulanan. Jenis sampah yang bisa masuk ke dalam bank sampah banyak dan bervariasi. Untuk klasifikasinya bisa ditanyakan pada pengurus bank sampah. Mereka juga menyediakan daftar klasifikasi yang digunakan saat penimbangan sampah. Sampah yang sering saya setor meliputi minyak jelantah, kertas2, tetra pack, plastik asoy, tutup galon, botol dan tutupnya dan lain-lain.

kegiatan penimbangan sampah
Pengangkutan sampah oleh Pelapak/ pengepul

Reward dari Bank Sampah

Terkadang Bank sampah juga memiliki program Reward untuk para nasabahnya. Tetapi hal ini tergantung dari masing-masing kebijakan bank sampah. Selama saya menjadi nasabah Bank Sampah BSL, saya pernah mendapat dua kali Reward. Biasanya dipilih 3 nasabah yang berhak mendapatkan reward dengan kriteria tertentu.

Pertama, karena nilai timbangan saya per 6 bulan termasuk katagori paling banyak. Ini artinya bukan berarti kita berlomba-lomba memekai barang sekali pakai ya.. Tetapi lebih ditekankan pada pilah sampah yang baik, dan mengurangi tumpukan barang-barang yang tidak terpakai di rumah dan telaten mengklasifikasikan sampah. Reward pertama kala itu berupa set sedotan aluminium ramah lingkungan beserta kantong dan sikat pembersihnya.

Kedua adalah karena timbangan sampah Tetra pack saya banyak. Saat itu, Sedang ada program kerjasama antara pelapak, bank sampah dan Tetra Pack. Tiga nasabah yang sesuai kriteria mendapat paket sembako dari Tetra Pack dan Pelapak.

Penyerahan sembako dari perwakilan Tetra Pack dan Pelapak. Yang di tengah itu adalah foto ketua pengurus Bank Sampah

Reward memang bisa menambah semangat untuk kita lebih rajin dan telaten mengumpulkan dan memilah sampah. Akan tetapi, yang terpenting adalah kesadaran kita untuk menghindari pemakaian barang sekali pakai dan belajar bijak membeli dan menggunakan barang supaya sampah di bumi tidak menumpuk dan bertambah banyak.

Adapun di dalam agama Islam, larangan berbuat kerusakan di muka bumi dijelaskan dalam Alquran Surat Al-A’raf (7): 56-58

وَلاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفاً وَطَمَعاً إِنَّ رَحْمَتَ اللّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِين (56) وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْراً بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَاباً ثِقَالاً سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاء فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْموْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون (57) وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَالَّذِي خَبُثَ لاَ يَخْرُجُ إِلاَّ نَكِداً كَذَلِكَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُون (58)

“ Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS Al A’raf 56-58)

Adapun larangan mengeksploitasi juga dinyatakan dalam Alquran Surat Ar-Rum (30): 41-42 berikut ini:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (41)  قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ (42)

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS. Ar Rum 41-42)

Oleh karena itu, mari kita jaga lingkungan kita. Mulai dari hal kecil seperti memilah sampah dari rumah. Semoga kita bisa istiqomah melakukannya. Aamiin YRA