Pernah denger kacang bambara? Di Jawa Barat, kacang bambara biasa disebut kacang bogor. Selain untuk camilan, kandungannya yang rendah lemak dibanding kacang-kacangan lain terkadang dimanfaatkan untuk diet. Sebenarnya ini adalah arsip penelitian saya, dan ingin membagi beberapa info tentang keberadaan kacang bambara di Indonesia.. Semoga bisa bermanfaat.. (^_~)

Kacang bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) merupakan kacang yang berasal dari Afrika dimana memiliki kemampuan tahan terhadap kekeringan dibandingkan tanaman kacang-kacangan yang lain. Nama ‘Bambara’ itu sendiri yaitu adalah suatu daerah yang berada di Afrika, yang konon merupakan asal muasal kacang ini.

Pada masyarakat Indonesia, Kacang Bambara lebih dikenal dengan nama Kacang Bogor. Pemberian nama kacang Bogor sendiri dikarenakan kebanyakan kacang bambara dijual dan dibudidayakan di daerah Bogor, dan menjadi camilan khas Bogor. Selain itu, kacang bambara merupakan salah satu komoditi utama petani di daerah kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kacang bambara merupakan salah satu kacang-kacangan minor yang belum terlalu diperhatikan di Indonesia dan daerah penyebarannya kurang begitu luas. Konsumen pada umumnya memanfaatkan kacang bambara sebagai bahan campuran sayur, atau mengkonsumsinya dalam bentuk kacang rebus dan kacang goreng. Menurut Stephens, biji kacang bambara biasanya dioven dan dijadikan sebagai tepung yang memiliki nutrisi. Brough et. al (1993) menyatakan bahwa kacang bambara dapat digunakan untuk memproduksi susu, dimana susu ini dapat dibandingkan dengan susu kedelai. Test kandungan protein dalam susu bambara mengindikasikan bahwa dapat menggantikan susu kedelai.

Kacang bambara merupakan tanaman kacang-kacangan yang memiliki peran dalam program diversifikasi pangan. Kacang bogor kering mengandung 16 – 21% protein, 50 – 60% karbohidrat dan 4,5 – 6,5 % lemak, serta mengandung kalsium, fosfor, zat besi dan vitamin B1. Kandungan karbohidrat yang tinggi menyebabkan kacang bambara bisa menjadi alternatif pangan dalam program diversifikasi pangan. Selain itu kacang bambara juga memiliki manfaat dalam konservasi tanah, penyediaan bahan industri maupun penyediaan pakan ternak.

Morfologi Tanaman Kacang Bambara

Kacang bambara termasuk dalam famili Leguminoceae/ Papilionaceae, subfamili Papilionoidae, genus Vigna dan spesies Vigna subterranea (L.) Verdcourt. Kacang bambara mempunyai susunan genom 2n dengan jumlah kromosom 11 pasang (2n = 22). Batang percabangan muncul sekitar 1 minggu setelah perkecambahan, dan sebanyak 20 cabang dapat dihasilkan. Setiap cabang terdiri dari internodes, dan cabang dekat dasar lebih pendek daripada yang lebih. Batang sangat pendek, sehingga secara visual seolah-olah tidak berbatang, tetapi mempunyai cabang banyak. Tanaman di permukaan tanah tampak merumpun, terdiri atas sekumpulan tangkai daun yang panjang.

Sistem perakaran pada kacang bambara adalah akar tunggang. Akar tanaman kacang bambara menyebar ke segala arah dan masuk ke dalam tanah. Kedalaman perakaran dipengaruhi oleh tingkat kesuburan tanah, namun rata-rata mencapai 30 cm. Akar tanaman kacang bambara membentuk bintil akar untuk fiksasi nitrogen dengan bersimbiosis dengan bakteri rizhobium. Bakteri tersebut mampu mengikat nitrogen bebas (N2) dari udara.

Tanaman kacang bambara memiliki daun majemuk dengan tiga anak daun yang berbentuk agak ellips. Tangkai daun panjang, tumbuh tegak, dan sedikit berbulu. Daun trifolia, muncul pada tiap node dengan tangkai daun yang panjang, tumbuh tegak, berlekuk, menebal pada dasarnya dan sedikit berbulu. Daun berbentuk lanset hingga jorong sempit. Daun berwarna hijau muda sampai hijau tua. Daun tengah biasanya sedikit lebih besar dibandingkan dengan daun lateral, dengan panjang rata-rata 6 cm dan lebar rata-rata 3 cm.

Bunga kacang bambara termasuk tipe bunga kupu-kupu. Bunga muncul dari ketiak daun dan tumbuh menyebar.  Mahkota bunga berwarna kuning tua kemerah-merahan, dan ada pula yang berwarna merah gelap. Panjang tangkai bunga tidak lebih dari 1,5 cm. Bunga terdiri dari lima kelopak daun berbulu (empat di bagian atas dan satu di sisi bawah). Keempat daun atas hampir sepenuhnya bergabung, sedangkan yang lebih rendah sepal sebagian besar Ketika bunga membuka pada pagi hari, warnanya putih kekuningan, tapi menjelang malam hari, perubahan warna melalui berbagai nuansa warna kuning ke cokelat. Bunga yang dihasilkan menjelang akhir kehidupan tanaman biasanya berwarna cokelat muda. Setelah terjadi penyerbukan, tangkai bunga memanjang dan masuk ke dalam tanah sebagai ginofora.

Buah berbentuk polong bulat. Periode perkembangan polong paling lama 30 hari setelah terjadi penyerbukan. Polong yang masak atau tua dalam keadaan yang segar berwarna putih dan halus, namun jika kering, berubah menjadi kecokelat-cokelatan dan berkerut. Polong berisi 1 – 2 biji dengan bentuk agak bulat, licin dan keras. Warna kulit biji bervariasi yaitu putih, krem, cokelat, ungu dan hitam. Polong yang matang sering kusut, mulai dari kekuningan ke warna coklat kemerahan gelap.

Biji kacang bambara berbentuk bulat dan mempunyai struktur yang terdiri atas kulit biji (spermodermis), tali pusat (funiculus), dan inti biji (nucleus seminis). Kulit biji tipis, berwarna putih susu pada stadium muda, yang kemudian berubah menjadi merah sampai kehitaman saat stadium tua. Pusat biji (hilus) tampak jelas secara visual, berbentuk bulat dan berwarna keputih-putihan. Inti biji merupakan lembaga, yaitu jaringan yang berisi cadangan makanan. Biji kacang bambara berkeping dua (dicotyledonae)

Syarat Tumbuh

Tanaman Kacang Bambara merupakan herba semusim dengan cabang-cabang lateral yang menjalar di atas tanah. Tanaman kacang bambara cocok tumbuh pada ketinggian 1.600 meter dari permukaan laut. Kebutuhan iklim kacang bambara kurang lebih sama dengan kacang tanah. Suhu rata-rata tahunan yang dibutuhkan 19-27 derajat Celsius, dengan penyinaran matahari yang cukup. Curah hujan yang dikehendaki berkisar antara 500-3.500 mm per tahun.

Keunggulan utama dari tanaman kacang bambara adalah tahan hidup di tanah dengan unsur hara yang minimal, sehingga banyak dikembangkan di daerah terkering Afrika tropis. Tanaman ini memiliki kandungan gizi tinggi dan mampu berproduksi dengan baik di daerah kering jika dibandingkan dengan tanaman legume yang lain. Tanaman kacang bambara juga dapat menyumbangkan nitrogen untuk tanah melalui simbiosis dengan bakteri rhizobium.

Sekian, terimakasih.

Presentasi Poster penelitian kacang bambara pada Kongres LIPI X.
Presentasi Poster penelitian kacang bambara pada Kongres LIPI X (Jakarta, 2011).
Kejepret kamera juga waktu sesi tanya jawab
Kejepret kamera juga waktu sesi tanya jawab, hihi 🙂

Presentasi penelitian kacang bambara di International Conference on Basic Science
Presentasi penelitian kacang bambara di International Conference on Basic Science (UB, Malang, 2011)

With mb Kiki (Univ. Tanjungpura) dan mb Reni (UNESA).
With mb Kiki (Univ. Tanjungpura) dan mb Reni (UNESA).