Haii semua.. Kali ini aku mau membahas tentang bagaimana  pengambilan angle dan styling foto untuk memotret produk makanan. Food photography merupakan jenis fotografi yang menggunakan makanan sebagai objek pemotretan. Yang perlu diperhatikan secara umum adalah pengambilan angle, properti dan pencahayaan.

ANGLE (Sudut Pandang)
Dari materi workshop yang pernah aku ikutin, kalau kita memotret produk/makanan itu bisa menggunakan tiga macam Angle (sudut pandang) yaitu Angle samping, 45° dan Flat lay.

● Angle Samping
Pada angle ini, pandangan mata kita sejajar dengan tinggi objek (eye level)

Eye Level Photography (sumber: dok. Pribadi)


● Sudut 45 derajat

sumber: dok. Pribadi
sumber: dok. Pribadi

Nah di foto ini aku menggunakan angle 45°. Biasanya batas derajatnya antara 45°-90° (Ini dikira2 sendiri 45°nya seberapa, lama-lama terbiasa) .

● Flat Lay (dari atas)

Flat Lay Photography (sumber: dok. Pribadi)

Properti
Untuk styling aku mnggunakan props yang mendukung. Biasanya ini sesuai dg produknya apa (makanan atau bukan) dan karakter masing2 fotografer ya.. Kalau aku suka nuansa warm biasanya aku tambahkan artificial plant, kain (bisa rajut atau kain biasa atau anyaman macrame yg pas jika digabungkan dlm 1 frame dg object) Aku lebih suka yang frame nya terisi full, tp kalo bosen dan ga smpat nata props aku fotonya sigle object aja.

Behind the scene penataan properti (sumber: dok. Pribadi)

Foto Makanan Untuk Instagram
Oya jika ingin upload di instagram itu kan biasanya muncul garis bantu kotak2. Kebanyakan untuk food photography memakai Angle 45°. Jika menggunakan Angle ini disarankan untuk memilih bagian di kanan bawah untuk meletakkan objek (posisi di tengah 4 kotak kanan bawah). Tapi sepertinya fotoku yang slide pertama ini posisinya nggak pas kanan bawah deh untuk gelasnya.. Tapi untuk keseluruhan objek gelas dan tangan sudah masuk dalam posisi kanan bawah aman lah ya hehe..

Pencahayaan
Pastikanlah bahwa cahaya yang anda gunakan tidaklah terlalu besar ataupun terlalu sedikit. Jika kita melakukan pemotretan dengan menggunakan cahaya langsung misalnya sinar matahari, maka kita bisa gunakan diffusor untuk meningkatkan kualitas dari pada cahaya tersebut.

Saya biasanya memotret dibalik jendela ruang tamu. Karena rumah saya menghadap ke timur, jadi sinar matahari yang masuk berlimpah. Kemudian untuk menonjolkan object supaya tidak gelap maka kita bisa menggunakan reflektor. Reflektor sangat mudah didapat bisa berupa kaca ataupun aluminium foil. Tetapi pada foto Teh sebelumnya tidak diperlukan reflektor karena peran cahaya matahari cukup bagus pada hasil fotonya.